KUPANG, WARTAALOR.COM – Pengadaan alat pertanian program ketahanan pangan di Desa Margeta, Kecamatan Alor Barat Daya Selatan, Kabupaten Alor tengah menjadi sorotana tajam.
Menanggapi persoalan tersebut, Plt Kadis PMD Alor, Julitselem Obisuru mengatakan, pihaknya mengembalikan polemik itu kepada pemerintah setempat.
“Kami menyarankan kepada pihak kecamatan, desa maupun pendamping untuk bisa menyelesaikan persoalan ini, baik secara administrasi maupun prosesnya,” kata Obisuru, Kamis, 30/7/2026 pagi
Menurut Plt Kadis, kewenangan dinas PMD sekarang hanya sebatas meminta dan menerima LPJ ketika desa akan melakukan pencairan dana.
“Namun jika dalam proses pelaksanaannya terindikasi ada kerugian negara mana persoalan ini bisa dilaporkan ke inspektorat daerah maupun aparat penegak hukum,” tandas Julitselem seperti dalam berita seputar-ntt.com.
Sementara dalam pemberitaan sebelumnya, pendropingan pertanian berupa parang, alat semprot dan herbisida (Roundup) oleh supplier dilakukan sebelum penetapan APBDes 2026.
Akibatnya, Kepala Desa Margeta Yahuda Litbagai dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) sama sekali tidak tahu hingga saat ini.
Kondisi ini terungkap dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) program dana desa di Desa Margeta yang dipimpin Camat Abad Selatan Swingli Loban, dan dihadiri juga Pendamping Lokal Desa, Don Koliham dan Pendamping Kecamatan, Margeta Beny Malaikosa.
Dalam monev itu, Swingli Loban juga meminta klarifikasi dari pihak pendamping desa dan TPK terkait pengadaan alat pertanian dan ternak babi, namun hingga rapat selesai tidak ada klarifikasi sama sekali.
“Dalam urusan program dana desa seharusnya bukan cuma bendahara desa yang terlibat, tapi semua aparat desa agar program bisa berjalan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Margeta, Alpius Malaimo yang dikonfirmasi media Sabtu, 25/7/2026 mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak tahu terkait pendropingan alat pertanian termasuk TPK dan kepala desa.
Aplius mengatakan, ia bersama TPK dan kepala desa juga tidak tahu siapa suplier yang mendroping alat pertanian ke Desa Margeta.
“Sampai hari ini kepala desa, TPK bahkan saya sebagai Sekretaris juga belum tahu bapak,” tulis Alpius Malaimo via pesan WhatsApp.
Ditanya terkait siapa suplier yang sering bekerja sama terkait dana desa khususnya dalam program ketahanan pangan, Alpius menyebut nama Buce Boling.
Bapak Buce Boling, kios pertanian,” katanya.
Sedangkan, ditanya terkait program dana desa dan yang sering berurusan dengan pihak suplier selama ini, Aplius menyebutkan hanya bendahara desa dan pendamping desa Benny Malaikosa.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Abad Selatan maupun Kades Margeta Yahuda Litbagai belum membalas pesan Whatsapp yang dikirim pada Sabtu, 27/7/2026. (*)
