Menurut KADIN Kaltim, terdapat potensi besar untuk pengembangan lahan pertanian di Penajam Paser Utara (PPU) yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan seluas sekitar 13 ribu hektar tersebut diharapkan dapat dikelola lebih baik untuk mendukung kebutuhan pangan IKN.
Deputi Sosial Budaya Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Alimudin menyebutkan bahwa pihaknya melakukan pendampingan terhadap 796 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di IKN dalam menyambut peluang bisnis yang ada.
UMKM itu menjadi ‘soko guru’ (pilar atau penopang utama) ekonomi di IKN. Pihaknya telah mendampingi UMKM. Tahun ini (2024) ada 796 UMKM, tahun lalu (2023) ada 1.200 masyarakat yang sudah dilatih oleh pihaknya.
Menurut Alimudin, pendampingan dilakukan karena UMKM memiliki peran penting dalam mendukung dan menjaga kestabilan serta pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan agar mereka bisa menjadi pemain utama di Otorita IKN itu sendiri. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pemberdayaan dilakukan bukan dengan pendekatan top-down, tetapi dengan melihat kebutuhan dan potensi masyarakat terlebih dahulu.
Pendampingan dilakukan di IKN hingga UMKM memiliki daya saing yang kuat di pasar, dengan fokus pada peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan potensi ekonomi lokal, sehingga mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Ibu Kota Negara yang baru.
UMKM yang dibina di IKN sebagian besar berasal dari sektor kuliner, mencapai hampir 70 persen dari total UMKM di kawasan tersebut, menunjukkan fokus yang kuat pada pengembangan industri makanan dan minuman dalam upaya mendukung ekonomi lokal.
