Kasus Kades Merdeka Aniaya Perempuan, Korban Minta Jaksa Hadirkan Semua Saksi di Sidang PN Kalabahi

KETERANGAN FOTO: Korban MW (blur wajah) didampingi bapak kecilnya Marten Waang saat memberikan keterangan kepada Wartawan di bilangan Tingkat Satu, Rabu, 12 Juni 2024 siang

“Jadi waktu di kantor desa itu saya lagi bicara dengan dia tapi dia tidak dengar. Dia malah duduk bermain hp jadi saya tegur tapi dia malah bangun ko pulang,” jelas Kades Omri.

Kades Omri mengaku, korban juga sering buat masalah di kampung dan banyak laporan. Bahkan korban juga pernah buat pernyataan di desa untuk tidak membuat masalah lagi.

Esok harinya tanggal 17 Oktober, lanjut Kades Omri, dirinya menyuruh aparat desa untuk panggil kembali korban datang di kantor desa guna melanjutkan penyelesaian laporan warga. Namun lagi-lagi korban tidak hiraukan saat kepala desa sementara bicara dengannya.

“Saya marah bukan karena saya benci dia. Dia saya punya warga tapi kenapa dia tidak hargai saya yang lagi omong dengan dia. Dia duduk urus bermain hp jadi saya suruh kasih mati hp. Terus saya minta lihat betul dia kasih mati hp ko tidak, nah dia tolak saya punya tangan itu yang saya tampar dia di bagian pipi kiri dan kanan sebanyak dua kali lalu korban keluar langsung pulang,” pungkas Kades Omri.

Kades Omri melanjutkan, setelah dirinya tampar dua kali di bagian pipi korban dan korban pun langsung pulang, sore harinya korban kembali datang ke rumah kepala desa tetapi saat itu kepala desa sedang keluar.

Esok harinya tanggal 18 Oktober, korban didampingi beberapa keluarga mendatangi kantor Polsek Kabir dan membuat laporan polisi.

“Saya sudah datang ke Polsek Kabir tanggal 20 Oktober dan memang polisi kasih ruang untuk kami selesaikan kasus ini secara kekeluargaan,” pungkas Kades Omri.

Kades menyebut, dirinya sudah 4 kali bertemu korban dan keluarga guna membicarakan penyelesaian kasus ini secara kekeluargaan namun korban dan keluarga belum memberikan respon yang baik.

Bacaan Lainnya

Pos terkait