Sebagai intelektual muda, kata Rektor Alvonso, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menyuarakan pendapat dengan bijak dan mempromosikan diskusi yang konstruktif. Mari jadikan Pemilu kali ini sebagai panggung untuk menunjukkan kematangan politik dan kepedulian kita terhadap masa depan bangsa.
Ia juga mengajak seluruh dosen dan staf administratif untuk memberikan contoh positif dalam partisipasi pemilihan. Bersama-sama kita menunjukkan kedisiplinan, ketertiban, dan semangat demokratis, agar kita dapat memberikan teladan yang nyata bagi mahasiswa dan seluruh komunitas akademik.
Rektor Kampus Perbatasan ini berpesan kepada seluruh peserta Pemilihan Umum agar wajib menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan ketertiban. Gunakan hak pilih sebagai wujud partisipasi aktif dalam proses demokrasi negara ini. Sebab dengan memilih secara cerdas dan bertanggung jawab, kita turut berkontribusi dalam membentuk pemerintahan yang mewakili kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
Rektor Alvonso mengimbau kepada kita semua untuk menghindari segala bentuk provokasi dan konflik selama periode pemilihan dan mengajak mari kita junjung tinggi semangat kebersamaan dan mengedepankan sikap saling menghormati.
“Dalam suasana yang kondusif, kita dapat memastikan bahwa suara setiap individu benar-benar terdengar dan dihargai. Hindari politik uang demi pemilu yang bersih adalah langkah penting untuk memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik dan adil,” imbuhnya.
Rekor Alvonso menegaskan bahwa politik uang dapat merusak integritas pemilu dan memengaruhi hasilnya dengan cara yang tidak sehat. Karena itu penting untuk diingat bahwa pemilu yang bersih dan bebas dari politik uang bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau penyelenggara pemilu, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
