Gelar Bimtek Di Alor, Anggota DPR RI Julie Laiskodat Pesan Waspada Virus PMK Serang Ternak

Kegiatan Bimtek Manajemen Peternakan Sapi dan Penanggulangan Virus PMK berlangsung di Aula Hotel Pelangi Indah Kalabahi. FOTO: JONI KANAIRMAIH

Kegiatan Bimtek Anggota DPR RI Julie Laiskodat diwakili Tenaga Ahli Pusat. 2 pemateri dari Dinas Peternakan Kabupaten Alor yakni, Maria Lusia Kahan menjelaskan tentang Manajemen Peternakan Sapi. Sementara drh. Astriyani Dopongtonung menyampaikan materi tentang Penanggulangan Penyakit pada Sapi.

Maria Kahan menjelaskan, usaha peternakan merupakan salah satu usaha yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat (petani/peternak). Hal ini dikarenakan usaha tersebut dapat berkembang dengan baik.

Disisi lain, lanjut Maria, kebutuhan akan protein juga terus meningkat. Sedangkan persediaan daging protein belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Maria juga menjelaskan terkait usia bibit sapi untuk dipelihara harus berumur 1 tahun. Menurutnya, sapi umur 1 tahun dianggap sudah bisa mencari makan sendiri.

“Karena itu dalam pemilihan bibit sapi yang baik harus memperhatikan kondisi tubuh yang seimbang, mata yang bercahaya, refleks yang baik dan tidak mengidap penyakit. Selain itu bulunya harus mengkilap. Untuk jantan memiliki kelamin yang baik. Dan untuk betina mempunyai ambing yang bagus,” jelas Maria

Sementara pemateri drh. Astriyani Dopongtonung menjelaskan, usaha peternakan juga tidak lepas dari penanganan kesehatan. Dimana peternak perlu memperhatikan kondisi ternak secara berkala, sehingga setiap perubahan pada ternak dapat diketahui secara dini.

“Jadi perubahan hewan yang perlu diketahui itu seperti tidak mau makan, kurus dan lemah serta perut kembung dan susah bernapas,” jelas dokter hewan Astriyani.

Dia melanjutkan, virus PMK dikenal juga sebagai Food and Mouth Disease (FMD). Virus ini bertahan hidup di tulang, daging, kulit, susu dan semen (sperma hewan). Virus ini menyerang dengan masa inkubasi selama 1 – 14 hari.

Bacaan Lainnya

“Gejala klinis yaitu, demam tinggi hingga 41°C. Hipersalivasi, air liur menggantung dan berbusa, luka disekitar mulut atau gusi, luka pada kuku hingga kuku terlepas, napsu makan berkurang dan penurunan berat badan,” jelasnya.

Pos terkait