Sementara Kepala BKKBN Perwakilan NTT Marianus Mau Kuru mengatakan faktor penyebab stunting salah satunya adalah kurang gizi.
“Stunting faktor penyebab berarti kurang gizi. Makanan kurang bergizi. Makan hanya mau kenyang tapi tidak bergizi,” ujar Marianus.
Untuk itu, Marianus berpesan agar masyarakat memanfaatkan potensi pangan local untuk pemenuhan gizi.
“Ciptakan pasar murah di desa sendiri. Dengan makan – makanan dari kebun kita sendiri. Makan makanan lokal kita sendiri. Ada kelor, sorgum, telur, sayur, daging sei, daging ayam kasih makan untuk anak atau ibu hamil,”pesannya.
Marianus di kesempatan yang sama mengungkapkan penanganan stunting tidak boleh berfokus pada bayi yang sudah terlahir stunting saja tapi juga fokus pada calon pengantin.
Hal ini sebutnya penting agar para calon pengantin sebelum berumah tangga bisa merencanakan kehamilan dari sebelum menikah sehingga calon pengantin dapat menyiapkan kondisi yang baik agar tidak terjadi kekurangan gizi, dan anemia. (*Tim).
