“Kita semua setelah tahu anggota keluarga kita hamil, maka asupan gisi harus diperhatikan. Tentu dibutuhkan gizi yang cukup dengan berbagai kebutuhan nutrizi agar bisa membuat otak anak bagus dan perkembangannya bagus ketika dalam masa kehamilan. Jadi kalau ada ibu hamil di rumah, kita harus prioritaskan porsi nutrisinya, karena nutrisi yang dibutuhkan akan berbeda dengan suami. Karena itu suami ingat juga ibu yang sedang hamil, sehingga kita bisa meminimalisir stunting dalam kandungan,” pesannya.
Melki Laka Lena dalam kesempatan tersebut mengingatkan kepada BKKBN sebagai panitia pelaksana penurunan stunting secara nasional untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi strategi penurunan stunting antar kementerian/lembaga sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan membuat program yang inovatif untuk menurunkan stunting sebanyak 10,4% sebagai upaya pemenuhan target penurunan stunting dari Presiden Jokowi menjadi 14% pada tahun 2024.
Melki juga mengungkapkan bahwa Komisi IX DPR RI sangat berkomitmen dalam mendukung penurunan angka stunting.
“Kami sudah menggangarkan untuk seluruh posyandu di Indonesia mendapat alat timbangan yang berstandar, memastikan pemenuhan kesejahteraan dan kesehatan kader keluarga berencana, termasuk keikutsertaan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan kepesertaan PBI,” ungkapnya.
