Terorisme Digital Diwaspadai, Kampus Didorong Jadi Benteng Generasi Muda

Jakarta – Pemerintah memperkuat upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang menyasar anak dan generasi muda melalui ruang digital. Penguatan lingkungan pendidikan menjadi salah satu strategi utama agar sekolah hingga perguruan tinggi mampu menjadi benteng dalam membangun daya tahan generasi muda terhadap propaganda kekerasan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengungkapkan, berdasarkan data aparat penegak hukum, terdapat 620 anak berusia 11 hingga 18 tahun yang terpapar paham kekerasan dan radikalisme sepanjang Januari hingga 26 Agustus 2026. Mereka tersebar di 34 provinsi dengan paparan antara lain melalui media sosial, podcast, forum, YouTube, dan berbagai platform digital.

Eddy menegaskan, kondisi tersebut tidak berarti seluruh anak yang berinteraksi dengan komunitas atau konten tertentu dapat langsung dikategorikan sebagai teroris. BNPT lebih menitikberatkan perhatian pada perubahan perilaku yang dapat mengarah pada pengagungan dan normalisasi kekerasan.

Pos terkait