Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI

Dari aspek kecukupan, posisi cadangan devisa tersebut dapat membiayai kebutuhan impor selama 5,3 bulan atau mencapai 5,2 bulan apabila turut memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah. BI memandang kondisi ini sebagai modal penting untuk menghadapi tekanan eksternal sekaligus mempertahankan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.

Ia turut menilai bahwa prospek ketahanan eksternal masih memiliki peluang positif melalui potensi aliran modal asing, meningkatnya kepercayaan investor, serta tingkat keuntungan investasi yang cukup kompetitif.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perekonomian Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III-2026. Konsumsi pemerintah meningkat 8,95 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dengan kontribusi 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pos terkait