Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan yang berkontribusi 19,22 persen terhadap PDB tumbuh sebesar 5,87 persen. Pertumbuhan tersebut didukung subsektor makanan dan minuman sebesar 7,09 persen, kimia dan farmasi 8,10 persen, logam dasar 9,94 persen, serta alat angkutan dan otomotif 6,14 persen. Sementara itu, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan 6,42 persen. Peningkatan tersebut turut didukung pelaksanaan proyek prioritas pemerintah, seperti pembangunan KDKMP dan Sekolah Rakyat. Berbagai proyek tersebut tidak hanya memperkuat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong kebutuhan tenaga kerja, bahan bangunan, serta aktivitas usaha pendukung.
Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi juga terlihat dari sejumlah indikator pada Oktober 2026. Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai 54,0, meningkat dibandingkan September sebesar 52,4. Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri tercatat 53,77, penjualan listrik meningkat 9,21 persen, sedangkan Indeks Keyakinan Konsumen berada pada level optimistis sebesar 118,1. Menurut Airlangga, indikator tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas produksi, konsumsi, dan kegiatan usaha masih berkembang dengan baik.
Pemerintah memperkirakan momentum pertumbuhan ekonomi dapat berlanjut hingga triwulan IV-2026. Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu diperhatikan, terutama kenaikan harga pangan dan energi serta dinamika nilai tukar rupiah yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen menunjukkan bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo berada pada jalur yang tepat, dengan dukungan fundamental ekonomi yang kuat dan investasi yang terus meningkat.
Berbagai keberhasilan pemerintah, termasuk penguatan program prioritas, peningkatan belanja produktif, pembangunan fasilitas pendidikan, dan pengembangan ekonomi desa, menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan nasional. Melalui penguatan sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia, Indonesia diharapkan mampu menjaga ketahanan cadangan devisa, menghadapi dinamika dan ketidakpastian global, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
)* penulis merupakan pengamat ekonomi