Secara bulanan, neraca perdagangan pada September 2026 mencatat surplus USD3,36 miliar. Sementara itu, nilai ekspor Indonesia mencapai USD27,59 miliar atau meningkat 3,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 11,87 persen secara tahunan. Industri pengolahan juga menjadi salah satu penggerak utama kenaikan ekspor dengan pertumbuhan 4,38 persen secara bulanan. Sektor pertambangan dan sektor lainnya juga mencatat pertumbuhan sebesar 2,37 persen. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa sektor produksi nasional masih memiliki kemampuan untuk beradaptasi menghadapi perubahan permintaan pasar internasional.
Budi Santoso memandang pertumbuhan ekspor September sebagai gambaran ketahanan perdagangan nasional dalam menghadapi dinamika global. Ia menyoroti peran industri pengolahan yang terus diperkuat melalui program hilirisasi agar Indonesia tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu meningkatkan ekspor produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Strategi tersebut berpotensi memperkuat struktur industri, membuka peluang kerja, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat nilai tambah produk nasional tercermin dari kesinambungan koordinasi dengan Bank Indonesia serta dorongan terhadap hilirisasi industri dan penguatan perdagangan nonmigas. Hasil yang terlihat antara lain cadangan devisa yang tetap berada di atas standar kecukupan internasional, surplus perdagangan kumulatif, serta pertumbuhan ekspor tahunan. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia dan perlu dijaga melalui kebijakan yang konsisten.
Cadangan devisa yang memadai dan surplus perdagangan merupakan dua penyangga yang saling melengkapi bagi perekonomian Indonesia. Cadangan devisa memberikan ruang untuk menghadapi tekanan eksternal, sedangkan ekspor yang kuat membantu menghasilkan penerimaan valuta asing dan memperkokoh aktivitas ekonomi. Dengan sinergi pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan pasar, menjaga stabilitas rupiah, serta membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.