Tito menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi berkurangnya produksi akibat kekeringan di sejumlah daerah sentra. Untuk mengantisipasinya, pemerintah mendorong perluasan penanaman cabai di desa, kelurahan, hingga kawasan perkotaan.
“Sebenarnya bisa diatasi dengan menggenjot program tanam cabai yang banyak dilakukan di berbagai daerah, di desa-desa, di kelurahan, di kota,” tuturnya.
Selain memperkuat pasokan pangan, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat, antara lain bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga, program bantuan sosial sekitar Rp30 triliun, serta diskon khusus menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.