Saat Dunia Khawatir Krisis Pangan, Indonesia Menjaga Kemandirian

Jawa Timur menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan realisasi pengadaan mencapai 979.817 ton hingga 11 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara 110,85 persen dari target wilayah sebesar 883.912 ton dan menyumbang sekitar 23,7 persen terhadap pengadaan nasional. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah, petani, dan berbagai pihak mampu memperkuat cadangan pangan negara.

Indonesia masih memiliki persediaan yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat. Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan Bulog agar mendistribusikan persediaan beras yang tersimpan di gudang kepada masyarakat berpendapatan rendah. Rizal menyebut stok yang tersedia mencapai sekitar 5 juta ton dan bantuan direncanakan menyasar kelompok desil 1 hingga desil 4 untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.

Menurut Rizal, cadangan yang memadai memungkinkan pemerintah melakukan intervensi pasar sekaligus memastikan bantuan pangan tersalurkan. Pengadaan beras tersebut didukung kolaborasi Bulog dengan petani, pemerintah daerah, kementerian terkait, TNI, Polri, serta mitra penggilingan. Ke depan, tantangan pemerintah bukan hanya mempertahankan jumlah persediaan, melainkan memastikan distribusi berjalan merata, harga tetap terjangkau, dan kesejahteraan petani semakin diperhatikan.

Dengan demikian, ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai pencapaian angka produksi maupun besarnya stok di gudang. Pemerintah perlu menjaga kesinambungan kebijakan, memperkuat infrastruktur pertanian, dan membuka ruang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas. Masyarakat juga perlu mendukung pemanfaatan pangan lokal secara bijak. Di tengah dunia yang semakin dihantui ketidakpastian, kemandirian pangan merupakan tanggung jawab bersama. Indonesia harus terus menjaga hasil yang telah dicapai agar tidak hanya mampu bertahan menghadapi krisis global, tetapi juga menjadi negara yang berdaulat dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.

*Penulis merupakan Analis Ketahanan Pangan

Pos terkait