Kolaborasi Pemerintah dan Pengusaha Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan kesiapan Kadin menjadi mitra pemerintah menghadapi tantangan global. Ia menilai pertumbuhan daerah tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah, tetapi juga investasi, kreativitas, dan inisiatif pengusaha. Dunia usaha dapat membantu mempercepat pembangunan, memperluas pasar produk lokal, serta menghubungkan potensi daerah dengan pasar nasional dan global.

Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bidang penting. UMKM menopang ekonomi masyarakat karena tersebar hingga desa dan menyerap banyak tenaga kerja. Namun, pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan modal, kualitas produk, pemanfaatan teknologi, dan akses pasar. Pemerintah dapat memperluas pembiayaan, pendampingan, pelatihan, serta kemudahan perizinan. Perusahaan besar, perbankan, ritel, dan platform digital dapat membantu membuka pemasaran dan menghubungkan UMKM dengan rantai pasok. Dengan dukungan itu, UMKM berpeluang tumbuh mandiri, produktif, dan berdaya saing. Pendekatan tersebut membantu memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran lembaga keuangan penting untuk menghubungkan kebijakan dengan kebutuhan pelaku usaha. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menekankan perlunya sinergi agar likuiditas perbankan tersalurkan menjadi pembiayaan bagi UMKM dan sektor prioritas. Menurut Destry, pembiayaan perlu mendukung ekspansi usaha, peningkatan produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja. Artinya, ketahanan ekonomi tidak cukup ditopang dana yang tersedia di sistem keuangan. Pembiayaan perlu menjangkau kegiatan produktif, termasuk usaha kecil yang membutuhkan modal kerja maupun investasi peralatan. Langkah ini membutuhkan koordinasi erat seluruh pemangku kepentingan.

Pos terkait