Ketahanan Pangan Menjadi Kekuatan Indonesia Menghadapi Krisis Global

Jika seluruh komponen tersebut dihitung, ketersediaan beras diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton. Dengan kebutuhan beras sekitar 2,5 juta ton per bulan, pemerintah menilai posisi persediaan tersebut memberi ruang untuk menjaga pasokan ketika terjadi tekanan dari luar negeri. Kondisi ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mempertahankan stabilitas pangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terganggunya distribusi kebutuhan pokok akibat konflik internasional.

Amran menyebut kekuatan itu berkaitan erat dengan keberhasilan Indonesia mempertahankan swasembada beras tanpa impor. Menurut dia, kemandirian pangan bukan sekadar capaian produksi, melainkan perlindungan strategis ketika perdagangan internasional menghadapi gangguan. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan impor dapat menjadi persoalan serius apabila negara produsen menahan ekspor atau konflik menghambat jalur perdagangan. Karena itu, swasembada perlu dijaga melalui peningkatan hasil panen, penguatan cadangan, dan perlindungan terhadap petani.

Dalam setahun terakhir, pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus menjalankan langkah penguatan produksi, antara lain optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, serta peningkatan produktivitas. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produksi beras, memperkuat ketersediaan domestik, dan mempertahankan kondisi tanpa impor beras sebagaimana disampaikan Amran. Langkah tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui kebijakan yang saling mendukung, bukan hanya mengandalkan hasil panen pada satu musim.

Perbaikan irigasi membantu menjaga ketersediaan air, pompanisasi membuka peluang pengolahan lahan yang sebelumnya terkendala, sedangkan benih unggul diharapkan meningkatkan hasil dan mutu produksi. Di sisi lain, petani membutuhkan kepastian akses sarana produksi, pendampingan, dan pasar agar peningkatan produksi dapat berkelanjutan. Amran menegaskan bahwa rasa syukur atas kondisi pangan yang relatif aman harus berjalan bersama kewaspadaan. Produksi perlu terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi karena keberhasilan pangan nasional bertumpu pada kerja petani serta kehadiran negara.

Pos terkait