Capaian selama setahun terakhir tersebut menunjukkan kemajuan pemerintah dalam memperluas kapasitas pendidikan tenaga medis dan meningkatkan kesempatan belajar di berbagai wilayah. Namun, keberhasilan ini perlu diikuti dengan perencanaan penempatan lulusan, penguatan fasilitas kesehatan, serta pengawasan mutu pendidikan. Dengan begitu, pertumbuhan institusi pendidikan tidak berhenti pada penambahan jumlah program studi, tetapi menghasilkan tenaga medis yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat secara nyata.
Untuk memperluas kesempatan pendidikan, pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 beasiswa dokter dan dokter gigi spesialis pada tahun akademik 2026/2027. Sebanyak 750 beasiswa direncanakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sementara 250 lainnya didukung pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta. Kolaborasi pembiayaan ini menjadi langkah penting untuk memperbesar peluang calon dokter spesialis dalam melanjutkan pendidikan sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.
Beasiswa tersebut diprioritaskan untuk bidang spesialisasi yang dibutuhkan masyarakat, terutama spesialis dasar serta bidang prioritas kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA). Penentuan penerima mempertimbangkan kebutuhan tenaga medis di setiap wilayah, termasuk rencana pendayagunaan lulusan setelah pendidikan selesai. Melalui pendekatan ini, beasiswa diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang memperkuat rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di daerah yang masih kekurangan dokter spesialis. Seleksi penerima akan diintegrasikan dengan sistem nasional pendidikan dokter spesialis melalui Panitia Seleksi Bersama Kemdiktisaintek dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Selain menyediakan beasiswa, Kemdiktisaintek bersama Kemenkes memperluas penempatan residen tingkat mandiri di fasilitas kesehatan prioritas PHTC. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta pendidikan dokter spesialis yang telah mencapai kompetensi tertentu untuk memperoleh pengalaman klinis sekaligus membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 342 program dari 17 perguruan tinggi telah menempatkan sekitar 2.480 residen tingkat mandiri setiap tahun di 34 provinsi. Sebanyak 13 program di antaranya telah menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan prioritas PHTC.