Beasiswa Dokter Spesialis Diperkuat, Biaya Hidup hingga Penelitian Ditanggung

Dari total beasiswa yang direncanakan, sekitar 750 akan didanai melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sementara 250 lainnya memperoleh dukungan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta. Prioritas diberikan kepada spesialisasi dasar dan bidang strategis, seperti kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).

Dukungan pembiayaan yang mencakup biaya hidup hingga penelitian diharapkan membantu peserta menjalani pendidikan secara optimal. Meski demikian, rincian komponen bantuan tetap perlu mengikuti ketentuan resmi program. Seleksi penerima akan dilakukan melalui Panitia Seleksi Bersama Kemdiktisaintek dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga medis serta rencana penempatan lulusan.

Penguatan beasiswa sejalan dengan peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran sejak program akselerasi dimulai pada 22 Juli 2025. Pemerintah menambah 185 program studi dokter spesialis dan subspesialis, melampaui target 148 program. Jumlahnya meningkat dari 366 menjadi 551 program studi, dengan sekitar 24.000 peserta pada 2026. Perluasan ini juga menjangkau 11 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Pos terkait