Pemerintah menyatakan posisi tersebut masih sejalan dengan desain anggaran tahun berjalan, dengan target defisit akhir 2026 sebesar 2,85 persen terhadap PDB. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa disiplin fiskal harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam penyampaian RAPBN 2027, Presiden menetapkan rencana defisit sebesar 2,40 persen terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan desain defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen.
“Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan kedua-duanya,” ujar Prabowo.
Untuk menjaga ruang fiskal, pemerintah terus memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Belanja diarahkan untuk mendukung pelayanan publik, pembangunan, perlindungan sosial, dan penguatan sektor produktif.