Jakarta,- Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih untuk memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi desa. Berbagai masukan publik menjadi bahan perbaikan agar program tersebut tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengakui bahwa pemerintah menemukan sejumlah lokasi pembangunan koperasi yang dinilai kurang sesuai, antara lain karena terlalu jauh dari permukiman atau kurang strategis untuk kegiatan usaha. Temuan tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap penempatan bangunan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
“Satu yang pasti, kalau terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih muncul di beberapa titik spot bangunan yang tidak sesuai, memang kita temukan. Kita akui itu temukan, tapi terus kemudian kita melakukan evaluasi,” ujar Farida.