Perkembangan positif juga terlihat dari sisi kemiskinan dan ketimpangan. Telisa menyampaikan bahwa secara keseluruhan tren tingkat kemiskinan terus menurun. Sementara dari sisi ketimpangan, tren dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan perbaikan, meskipun dalam satu tahun terakhir terdapat sedikit kenaikan. Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi secara bertahap diarahkan agar manfaat pertumbuhan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Kebijakan pemerintah juga mulai mengarah pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan investasi. Telisa menilai program-program prioritas telah menunjukkan perbaikan dan terus disempurnakan. Hal yang paling penting adalah memastikan multiplier effect pembangunan dapat dirasakan masyarakat melalui akses pekerjaan, harga yang terjangkau, serta meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memiliki tabungan. Upaya pemerintah mendatangkan investasi, menjaga tarif listrik agar tidak meningkat, serta mempertahankan keberlanjutan fiskal menjadi bagian dari kebijakan yang mendukung tujuan tersebut.
Tenaga Ahli Bakom RI, Fithra Faisal, melihat adanya perubahan struktur dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika sebelumnya konsumsi menjadi salah satu penopang utama, kini investasi mulai memiliki peran yang semakin besar. Perubahan tersebut menunjukkan adanya transformasi dalam struktur perekonomian nasional. Investasi yang masuk membuka peluang bagi pembangunan industri dan penciptaan nilai tambah sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada konsumsi masyarakat.
Menurut Fithra, potensi investasi yang besar juga menunjukkan bahwa roadmap pembangunan Indonesia ke depan semakin diarahkan pada penciptaan nilai tambah. Komitmen investasi dari berbagai negara menjadi modal untuk memperkuat fondasi ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja. Namun, manfaat investasi harus terus diarahkan agar semakin inklusif, terutama bagi wilayah dan kelompok masyarakat yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran.