Ekspor Tumbuh 6,72 Persen, Pemerintah Pacu Hilirisasi dan Perluas Lapangan Kerja

Jakarta – Kinerja ekspor nasional terus menunjukkan penguatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Agustus 2026 tumbuh 6,72 persen menjadi US$26 miliar, sehingga secara kumulatif sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai US$163 miliar.

Aditya Laksmana dari Bakom RI mengatakan capaian tersebut menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar yang mendukung penguatan cadangan devisa dan stabilisasi rupiah.

“Surplus ini menjadi bantalan penting bagi cadangan devisa kita dan menjaga rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.

Dari sisi industri, impor bahan baku naik 22 persen dan barang modal naik 10 persen.

Menurut Aditya, kenaikan itu mengindikasikan aktivitas produksi dan investasi sektor industri tetap berjalan.

Pos terkait