Jakarta – Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (FEB UKI), Prof. Wilson Rajagukguk, mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempertahankan stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis. Menurutnya, koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter merupakan fondasi penting untuk menghadapi tekanan ekonomi global.
“Pemerintah sudah melaksanakan lima pilar, yaitu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sektor eksternal, mengelola kecukupan likuiditas, pengendalian inflasi, pendalaman pasar,” ujar Wilson.
Ia menilai kelima pilar tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas indikator makroekonomi, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor riil, meningkatkan investasi, dan menciptakan lapangan kerja.