Dua Kali Dapat Dukungan Rp195 Juta dari Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua NasDem Alor dan Dony Mooy Turun Langsung Pantau Pembangunan Irigasi di Seidun

SEIDUN, WARTAALOR.COM — Harapan masyarakat petani di Kampung Seidun, Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengembangkan lahan pertanian terus mendapat perhatian melalui pembangunan jaringan irigasi.

Dalam dua tahun berturut-turut, kelompok Petani Pengguna Air (P3A) Seidun memperoleh dukungan pembangunan jaringan irigasi dengan nilai anggaran masing-masing sekitar Rp195 juta. Pembangunan tersebut diharapkan mampu memperluas akses air ke lahan pertanian masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Atas dukungan tersebut, masyarakat petani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, serta Anggota DPRD Kabupaten Alor sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor, Deni Padabang, dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Alor, Dony Mooy, yang turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari FKKNews, pembangunan jaringan irigasi tersebut dipantau langsung oleh Deni Padabang bersama Dony Mooy di lokasi pembangunan, Selasa (11/8/2026).

Sekretaris P3A Seidun, Moses Auw, mengatakan pembangunan irigasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena selama ini keterbatasan air menjadi salah satu kendala utama dalam mengembangkan lahan pertanian.

Menurut Moses, pada tahun 2025 P3A Seidun mendapatkan dukungan pembangunan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 300 meter dengan anggaran sekitar Rp195 juta. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan.

Memasuki tahun anggaran 2026, masyarakat kembali memperoleh dukungan pembangunan irigasi dengan nilai anggaran yang sama, yakni sekitar Rp195 juta.

“Kami menyampaikan terima kasih dan rasa syukur kepada Bunda Julie Laiskodat bersama Bapak Deni Padabang dan Bapak Dony Mooy. Bantuan irigasi ini sangat membantu kami. Tahun 2025 kami mendapat 300 meter dengan anggaran Rp195 juta dan sudah kami selesaikan. Tahun 2026 ini kami kembali mendapatkan dukungan dengan anggaran yang sama,” ujar Moses.

Moses menjelaskan, bagi masyarakat Seidun, pembangunan jaringan irigasi bukan sekadar pembangunan fisik berupa saluran air. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam membuka kembali lahan-lahan pertanian yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan sumber air.

Ia mengatakan masih terdapat cukup banyak lahan masyarakat yang belum produktif secara optimal. Dengan semakin dekatnya jaringan irigasi ke kawasan pertanian, petani memiliki peluang untuk meningkatkan pola tanam dan mengembangkan berbagai jenis komoditas.

Komoditas yang dapat dikembangkan antara lain tanaman hortikultura, jagung dan padi.

“Kami masih memiliki banyak kekurangan. Masih banyak lahan yang terlantar. Dengan bantuan ini, air sudah bisa sampai ke lokasi kami sehingga petani dapat menanam tanaman yang menghasilkan, terutama hortikultura. Kami juga bisa menanam jagung dan padi,” katanya.

Menurut Moses, selama ini aktivitas pertanian masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan air dan musim hujan. Ketika debit air tidak mencukupi, petani terpaksa menunggu datangnya musim hujan untuk mulai menanam.

Kondisi tersebut membuat produktivitas lahan masyarakat belum dapat dilakukan secara maksimal.

Dengan adanya pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi, masyarakat berharap pola pertanian dapat dikembangkan secara lebih teratur sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

“Kami di sini hampir semuanya petani. Pegawai tidak ada. Usaha kami memang di lahan. Karena itu, irigasi sangat penting bagi kehidupan kami,” ungkap Moses.

Lebih dari 60 Kepala Keluarga Tergabung dalam P3A

Moses menjelaskan, P3A Seidun terdiri atas sejumlah kelompok petani pengguna air. Saat ini terdapat sekitar enam kelompok dan satu rayon dengan jumlah petani mencapai lebih dari 60 kepala keluarga.

Ia menegaskan bahwa manfaat pembangunan jaringan irigasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengurus P3A, tetapi seluruh masyarakat petani yang menjadi pengguna air.

“Bukan hanya pengurus yang bersyukur. Semua petani, semua pengguna dan pemakai air merasakan dampaknya. Kami punya lahan, tetapi selama ini persoalannya adalah air. Sekarang dengan adanya irigasi, kami bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat untuk lebih serius mengelola lahan pertanian.

Jika ketersediaan air semakin baik, petani tidak hanya dapat meningkatkan luas lahan yang ditanami, tetapi juga berpeluang meningkatkan frekuensi tanam dan jenis komoditas yang dikembangkan.

Deni Padabang: Infrastruktur Harus Bermuara pada Kesejahteraan

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Alor yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor, Deni Padabang, mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Deni, pembangunan irigasi tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, tetapi harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

“Irigasi bukan sekadar membangun saluran air. Yang kita bangun sesungguhnya adalah harapan. Ketika air sampai ke lahan petani, maka tanah yang sebelumnya tidur bisa kembali produktif. Dari sana ada tanaman, ada hasil panen, ada pendapatan, dan pada akhirnya ada kesejahteraan keluarga,” ujar Deni.

Deni mengatakan kebutuhan jaringan irigasi di Kabupaten Alor masih cukup besar. Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran pemerintah.

Ia menilai masih terdapat lahan-lahan pertanian masyarakat yang belum memperoleh akses air secara memadai.

“Kita harus berpikir ke depan. Kalau masih ada lahan masyarakat yang belum mendapatkan akses air, maka perjuangan itu belum selesai. Kita ingin agar pembangunan irigasi terus diperjuangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran, sehingga semakin banyak petani yang bisa mengolah lahannya,” tegasnya.

Deni juga mengapresiasi masyarakat P3A Seidun yang telah ikut menjaga dan memanfaatkan infrastruktur irigasi yang telah dibangun.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pihak yang memperjuangkan program, tetapi juga pada masyarakat penerima manfaat dalam menjaga serta mengelola fasilitas tersebut.

“Masyarakat adalah pemilik manfaat dari pembangunan ini. Karena itu, mari kita jaga bersama. Jangan sampai irigasi yang dibangun dengan perjuangan dan anggaran negara tidak dirawat. Kalau infrastrukturnya dijaga, manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun,” katanya.

Kendati telah menerima dukungan pembangunan irigasi selama dua tahun berturut-turut, masyarakat P3A Seidun mengakui kebutuhan mereka belum sepenuhnya terpenuhi.

Masih terdapat sejumlah lahan pertanian yang membutuhkan perluasan jaringan irigasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, masyarakat berharap dukungan pembangunan dapat kembali dilanjutkan pada tahun 2027.

Moses mengatakan, pihaknya berharap perjuangan untuk memenuhi kebutuhan air bagi petani Seidun tidak berhenti setelah pembangunan tahap kedua.

“Harapan kami, kalau bisa tidak berakhir di putaran kedua ini. Kalau memungkinkan tahun 2027 Bunda Julie Laiskodat masih bisa membantu kami melalui program irigasi. Kami juga berharap Bapak Deni Padabang tetap membantu memperjuangkan kebutuhan masyarakat kami ke depan,” ujarnya.

Bagi masyarakat petani Seidun, keberadaan jaringan irigasi memiliki arti strategis bagi masa depan ekonomi keluarga. Air yang tersedia di lahan memungkinkan petani meningkatkan aktivitas bercocok tanam, mengembangkan komoditas pertanian dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Moses kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat petani di wilayah tersebut.

“Kami semua mengucapkan terima kasih banyak kepada Bunda Julie Sutrisno Laiskodat, Bapak Deni Padabang dan Bapak Dony Mooy. Kami doakan agar selalu sehat sehingga dapat terus membantu masyarakat dan menjadi berkat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Pembangunan jaringan irigasi di Seidun menjadi salah satu contoh bagaimana infrastruktur pertanian dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Bagi para petani, air bukan sekadar kebutuhan untuk menghidupkan tanaman, tetapi juga menjadi modal penting untuk menghidupkan kembali lahan, meningkatkan produksi dan membangun harapan ekonomi keluarga. (*)

Pos terkait