KALABAHI, WARTAALOR.COM — Mayana Tysellanata Saleky akhirnya kembali ke sekolahnya setelah menorehkan prestasi di panggung internasional sebagai Miss Pre-Teen Culture Universe 2026.
Kepulangannya ke SMA Negeri 1 Rote Tengah kali ini bukan sekedar tentang seorang putri daerah yang kembali ke almamater. Ada pesan yang jauh lebih besar. Bahwa sebuah prestasi harus mampu menyalakan mimpi bagi generasi yang datang setelahnya.
Momentum itu menjadi semakin bermakna ketika Wakil Bupati (Wabup) Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, hadir memenuhi undangan pihak sekolah untuk memberikan motivasi kepada para siswa.
Di hadapan para pelajar SMA Negeri 1 Rote Tengah, Wabup Apremoi tidak hanya berbicara tentang mahkota, panggung, atau prestasi Mayana, tetapi tentang keberanian seorang anak muda untuk bermimpi dan memperjuangkan potensi yang dimilikinya.
“Pihak sekolah mengundang saya untuk bisa hadir ke sana untuk memotivasi,” kata Apremoi kepada ROLLE.id, bari-baru ini.
Bagi Wabup Apremoi, keberhasilan Mayana menjadi bukti bahwa anak-anak Rote Ndao memiliki potensi untuk tampil dan berprestasi lebih jauh, sepanjang punya keberanian dan percaya pada kemampuan diri serta mendapatkan dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan.
Karena itu, Wabup Apremoi mengajak para siswa untuk tidak melihat keberhasilan Mayana sebagai sesuatu yang jauh dan sulit diraih, tetapi sebagai cermin bahwa kesempatan selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar, bekerja keras dan tidak menyerah.
Dari Satu Mahkota, Kelak Tumbuh Banyak Mimpi
“Mayana Saleky saat ini menjadi bukti bahwa semua orang berhak punya mimpi dan berusaha mewujudkannya,” pesan Apremoi kepada para siswa.
Lanjutnya dengan menitipkan sebuah kalimat yang sederhana, namun sarat makna. “Bermimpilah setinggi langit. Kalau pun jatuh, pasti di antara bintang-bintang,” pesannya dengan suara lantang.
Menurutnya, mimpi besar tidak akan berarti tanpa proses. Karena itu, para siswa diminta untuk menjadikan belajar sebagai bagian penting dari perjalanan mereka.
Bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dengan menghormati guru di sekolah serta orang tua di rumah. “Yang terpenting adalah harus rajin belajar, hormati guru di sekolah dan orang tua di rumah,” tegasnya.
Disebutnya, Mayana telah menemukan makna dalam mimpi yang diperjuangkan. Dan saat ini tidak hanya pulang membawa mahkota dan kebanggaan, tetapi juga membawa sebuah pesan kepada teman-temannya bahwa panggung dunia bukan sesuatu yang mustahil bagi anak-anak Rote Ndao.
“Setelah Mayana Saleky, harus ada Mayana-Mayana lain yang tumbuh dari SMA Negeri 1 Rote Tengah,” pesan Apremoi. (*/ROLLE/JIT)
