Dua Tahun Prabowo-Gibran: Memperkokoh Fondasi Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Oleh: Rizky Rehan *)

Navigasi perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir menunjukkan daya tahan yang mengagumkan. Di tengah gelombang guncangan geopolitik global, volatilitas harga energi, dan disrupsi rantai pasok dunia, ketangguhan ekonomi makro Indonesia tetap terjaga kokoh. Indikator utama mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto berada pada level 5,61 persen pada kuartal pertama dan 5,29 persen pada kuartal kedua tahun 2026. Capaian positif ini menjadi bukti riil bahwa arah kebijakan pembangunan nasional berada pada lintasan yang tepat, di mana rata-rata laju pertumbuhan tersebut mampu melampaui tren historis selama satu dekade terakhir.

Ketangguhan makroekonomi nasional disokong oleh postur fiskal yang solid serta kebijakan moneter yang sangat terukur. Tingkat inflasi terjaga dengan baik pada kisaran rendah, sementara cadangan devisa berada pada posisi yang sangat memadai untuk menahan risiko eksternal. Di saat yang sama, kapasitas pendapatan negara mengalami pertumbuhan signifikan melampaui 20 persen year-on-year, memberikan ruang gerak fiskal yang amat memadai bagi pemerintah untuk mendanai berbagai program prioritas tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang. Keseimbangan antara kehati-hatian fiskal dan keberanian mengeksekusi agenda strategis inilah yang menjadi fondasi utama penopang kepercayaan publik serta pelaku pasar.

Optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan tidak hanya ditopang oleh deretan angka statistik makro, melainkan juga oleh artikulasi kebijakan yang berorientasi pada pilar pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas nasional. Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal, menekankan bahwa kerangka pembangunan yang diusung oleh pemerintah berakar kuat pada filosofi ekonomi yang menyeimbangkan antara dorongan pertumbuhan tinggi dan asas keadilan sosial. Untuk menjamin agar setiap instrumen kebijakan dan bantuan pemerintah tepat sasaran, pemerintah secara konsisten menerapkan pendekatan berbasis data presisi melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Pengelompokan tingkat kesejahteraan berbasis data terintegrasi ini menjadi instrumen vital guna meminimalkan risiko kesalahan sasaran serta menjamin skema perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pos terkait