Mahasiswa KKN-PPM UGM Alor Carita 2026 Ciptakan BIOReeFTEK, Solusi Sederhana untuk Konservasi Terumbu Karang di Kabola

Pemilihan batok kelapa bukan tanpa alasan. Bahan ini dinilai efektif berfungsi sebagai substrat alami, tempat larva atau tunas karang menempel dan tumbuh. Melalui media ini, mahasiswa berharap regenerasi karang baru dapat berjalan lebih optimal, sehingga turut mempercepat proses pemulihan ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir Kabola.

Kegiatan pembuatan dan pemasangan BIOReeFTEK dilakukan di Pantai Batu Mahakopong bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) sebagai mitra utama. Keterlibatan Pokmaswas dinilai krusial, mengingat kelompok ini memiliki peran menjaga kawasan pesisir sekaligus memastikan keberlanjutan upaya konservasi setelah program KKN berakhir.

Mahasiswa dan anggota Pokmaswas bahu-membahu, mulai dari tahap pembuatan struktur BIOReeFTEK hingga proses penempatannya di area yang berdekatan dengan terumbu karang. Kolaborasi ini tidak hanya menghasilkan media konservasi fisik, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan tentang pentingnya menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan.

Pos terkait