42 Murid Baru SMK Negeri Ampera Resmi Ikuti MPLS, Kepala Sekolah Tekankan Disiplin dan Karakter sebagai Fondasi Calon Tenaga Kesehatan

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Sebanyak 42 murid baru SMK Negeri Ampera resmi mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dibuka pada Senin pagi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya akademik, tata tertib, serta nilai-nilai karakter yang harus dimiliki sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional.

MPLS dilaksanakan selama lima hari sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik melalui berbagai materi edukatif yang melibatkan narasumber dari berbagai instansi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri Ampera, Gusti Hingmane, S.Pd., Gr., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah murid baru yang diterima pada tahun pelajaran 2026/2027 sebanyak 42 orang. Berdasarkan hasil seleksi dan pilihan program keahlian, seluruh peserta terbagi secara seimbang ke dalam dua kompetensi keahlian, yakni 21 siswa pada Program Keahlian Keperawatan dan 21 siswa pada Program Keahlian Farmasi.

Bacaan Lainnya

Menurut Gusti Hingmane, selama MPLS para peserta tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, serta budaya sekolah, tetapi juga mendapatkan pembekalan yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan kesadaran terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital.

“Panitia menghadirkan sejumlah narasumber eksternal agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas. Dari pihak Kepolisian, peserta akan mendapatkan edukasi mengenai bahaya judi online serta penyalahgunaan NAPZA sebagai langkah preventif agar mereka mampu menjaga diri dari berbagai ancaman yang berkembang saat ini. Sementara dari unsur TNI, peserta akan mengikuti pelatihan penguatan karakter dan kedisiplinan melalui kegiatan baris-berbaris serta simulasi upacara bendera untuk menumbuhkan jiwa korsa, rasa tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Ampera, Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk mendidik putra-putri mereka.

Ia menjelaskan bahwa meskipun secara nasional tahun ajaran baru dimulai pada pekan berikutnya, pihak sekolah sengaja melaksanakan MPLS lebih awal khusus bagi murid baru sebagai bagian dari proses adaptasi dan pengenalan budaya sekolah.

“Kami ingin memastikan siapa saja yang benar-benar serius memilih SMK Negeri Ampera sebagai tempat menempuh pendidikan. Terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami. Kami berkomitmen membimbing mereka menjadi tenaga kesehatan yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki karakter yang baik,” ujarnya.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Kepala Sekolah mengajak para murid baru berdialog mengenai kesan pertama mereka terhadap lingkungan sekolah. Ketika ditanya mengenai kondisi sekolah, para peserta secara serempak menjawab bahwa lingkungan sekolah terlihat bersih.

Jawaban tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah. Menurutnya, kebersihan merupakan identitas utama sekolah yang bergerak di bidang kesehatan sehingga harus terus dipertahankan oleh seluruh warga sekolah.

“Ini adalah ciri khas sekolah kesehatan. Lingkungan yang bersih tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi merupakan hasil kerja sama seluruh warga sekolah, terutama kakak-kakak kelas yang selama ini menjaga kebersihan, merawat fasilitas sekolah, serta tidak melakukan vandalisme. Budaya positif ini harus terus dilanjutkan oleh adik-adik sekalian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menempuh pendidikan di SMK membutuhkan kesungguhan, tanggung jawab, dan komitmen tinggi. Karena itu, setelah pembukaan MPLS, sekolah juga menggelar pertemuan bersama orang tua atau wali murid untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai penyelenggaraan pendidikan, termasuk program sekolah, pembinaan karakter, serta penjelasan mengenai Iuran Penyelenggaraan Pendidikan (IPP).

“Jangan datang ke sekolah hanya untuk bermain-main. Datanglah dengan niat belajar, membangun karakter, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Selain menanamkan budaya disiplin, Kepala Sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan etika dan sopan santun di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan diri memanggil guru dengan sebutan “Bapak Guru” dan “Ibu Guru” sebagai bentuk penghormatan kepada pendidik.

“Setiap kata memiliki makna. Cara kita memanggil seseorang mencerminkan sikap hormat, etika, dan karakter. Karena itu, biasakan menggunakan sapaan yang baik kepada guru sebagai bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga memberikan penghargaan kepada tujuh siswa penghuni asrama yang telah menunjukkan kedisiplinan dengan datang ke sekolah sebelum pukul 07.00 WITA. Menurutnya, kebiasaan menghargai waktu merupakan modal penting bagi setiap calon tenaga kesehatan.

“Saya sangat memperhatikan anak-anak yang datang lebih awal. Kebiasaan disiplin terhadap waktu akan menjadi bekal yang sangat penting ketika nanti bekerja di rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Dunia kesehatan menuntut ketepatan waktu, tanggung jawab, dan profesionalisme,” ungkapnya.

Kepada para siswa yang tinggal di asrama, ia juga berpesan agar selalu menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

“Hargailah tetangga dan masyarakat sekitar. Jagalah ketertiban, bersikap sopan, tidak membuat kebisingan, dan tunjukkan perilaku yang baik. Kalian adalah wajah SMK Negeri Ampera di tengah masyarakat sehingga setiap sikap dan tindakan akan menjadi cerminan nama baik sekolah,” pesannya.

Melalui pelaksanaan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, SMK Negeri Ampera berharap seluruh murid baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya positif yang telah dibangun selama ini, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, kepedulian, integritas, tanggung jawab, dan profesionalisme sejak dini sebagai fondasi utama dalam menempuh pendidikan vokasi di bidang kesehatan.

Dengan bekal karakter yang kuat serta kompetensi yang terus diasah selama proses pembelajaran, para peserta didik diharapkan kelak mampu menjadi tenaga kesehatan yang unggul, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)

Pos terkait