Tim KKN UGM Tiba di Alor, Siap Kembangkan Potensi Lokal Berbasis Ketahanan Pangan, Konservasi, dan Pariwisata Berkelanjutan

Tim KKN UGM tiba di Kota Kalabahi Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur

KALABAHI, WARTAALOR.COM – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN UGM pada Minggu, 28 Juni 2026, disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Alor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), didampingi jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Kabupaten Alor yang turut mendukung proses koordinasi dan pelaksanaan program di lapangan.

Program KKN UGM tahun 2026 di Kabupaten Alor akan berlangsung selama 50 hari dengan lokasi pengabdian di Kelurahan Kabola dan Desa Pante Deere, Kecamatan Kabola. Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang mengusung tema “Penguatan Ketahanan Pangan, Konservasi Ekosistem, dan Pariwisata Pesisir sebagai Basis Ekonomi Berkelanjutan untuk Peningkatan Kesejahteraan di Kelurahan Kabola dan Desa Pante Deere, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.”

Bacaan Lainnya

Tema tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi akademik dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki wilayah pesisir Kabupaten Alor.

Kabupaten Alor dikenal sebagai salah satu daerah kepulauan di Nusa Tenggara Timur yang memiliki kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati laut, kawasan pesisir yang masih alami, serta potensi wisata bahari yang menjadi daya tarik nasional maupun internasional. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

Namun demikian, berbagai potensi tersebut masih memerlukan penguatan dalam aspek pengelolaan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, serta peningkatan nilai tambah agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui program KKN ini, mahasiswa UGM diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan berbagai inovasi yang aplikatif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal.

Program Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami persoalan riil di tengah masyarakat serta menyusun solusi bersama melalui pendekatan partisipatif.

Selama puluhan tahun, UGM secara konsisten mengirimkan mahasiswa ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Alor pun kembali dipercaya menjadi salah satu lokasi pengabdian mahasiswa UGM pada tahun 2026.

Prosesi penyambutan diawali di Kantor BAPPERIDA Kabupaten Alor, kemudian dilanjutkan di Kecamatan Kabola dan Desa Pante Deere sebagai lokasi penempatan mahasiswa. Kehadiran tim KKN juga mendapat dukungan penuh dari Kagama Kabupaten Alor yang turut membantu proses koordinasi, fasilitasi, hingga pendampingan awal bagi mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Kabola bersama pemerintah Kelurahan Kabola dan Pemerintah Desa Pante Deere menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan seluruh program kerja yang akan dijalankan mahasiswa selama masa KKN.

Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Kabupaten Alor menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UGM yang kembali memilih Kabupaten Alor sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

Pemerintah berharap berbagai program yang dilaksanakan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan pengembangan potensi daerah.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN UGM dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengoptimalkan potensi daerah, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar perwakilan Pemerintah Kabupaten Alor.

Pemerintah Kabupaten Alor juga menegaskan bahwa pelaksanaan program KKN sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui pendekatan Tri Palawa, yakni pengembangan kawasan desa, wilayah pesisir, dan kawasan pertanian sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah. Pendekatan tersebut menempatkan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata sebagai pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Kabupaten Alor, Kagama Kabupaten Alor, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan berbagai program yang dirancang selama KKN mampu melahirkan inovasi yang tepat guna, meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

Kehadiran Tim KKN UGM di Kabupaten Alor menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, program ini diharapkan mampu meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Kabola dan Desa Pante Deere serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Alor yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (*)

Pos terkait