KUPANG, WARTAALOR.COM – Rencana keberangkatan Bupati Alor, Iskandar Lakamau, ke Jakarta untuk menjalani terapi lanjutan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) dilaporkan mengalami penundaan. Informasi yang diperoleh menyebutkan, penundaan tersebut terjadi setelah adanya ketegangan antara putra Bupati Alor, Gery Lakamau, dengan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial YS yang disebut-sebut akan ikut mendampingi perjalanan tersebut.
Sebelumnya, Bupati Alor dijadwalkan menjalani terapi okupasi di RSPON Jakarta sebagai bagian dari proses pemulihan kesehatan pasca mengalami gangguan stroke. Berdasarkan rekomendasi tim dokter spesialis saraf, terapi yang dijalani diperkirakan membutuhkan waktu antara enam hingga dua belas bulan untuk mencapai pemulihan optimal.
Bupati Alor bersama sejumlah anggota keluarga diketahui telah bertolak dari Kalabahi menuju Kupang pada Kamis (12/6/2026) sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Jakarta.
Dikutip dari victorynews.id, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Beli, membenarkan bahwa Bupati Alor telah berada di Kupang dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
“Iya om, hari ini sudah ke Kupang, rencana besok Jumat ke Jakarta,” tulis Melkisedek Beli melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Kamis (12/6/2026).
Saat ditanya mengenai durasi perawatan dan terapi yang akan dijalani Bupati Alor di Jakarta, Melkisedek meminta agar informasi tersebut dikonfirmasi langsung kepada Ketua Tim Percepatan Pemulihan Kesehatan Bupati Alor, dr. Anjassius Ata Alopada.
Sementara itu, dr. Anjassius Ata Alopada saat dihubungi pada Jumat (13/6/2026) membenarkan bahwa Bupati Alor masih berada di Kupang. Namun, ia belum dapat memastikan jadwal keberangkatan ke Jakarta.
“Bapak masih di Kupang. Belum pasti, masih menunggu kepastian beliau maunya kapan,” ujar dr. Anjas.
Diduga Terjadi Ketegangan Jelang Keberangkatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang enggan disebutkan namanya, Bupati Alor sebenarnya telah dijadwalkan terbang ke Jakarta pada Jumat pagi (13/6/2026). Seluruh persiapan keberangkatan, termasuk tiket penerbangan, disebut telah tersedia.
Namun, rencana tersebut mendadak batal. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa YS, seorang ASN perempuan yang selama ini diketahui memiliki kedekatan dengan Bupati Alor, juga dijadwalkan berangkat ke Jakarta dalam rombongan yang sama.
Menurut sumber itu, saat persiapan keberangkatan berlangsung di salah satu hotel di Kota Kupang, Gery Lakamau diduga meminta agar keberangkatan tersebut dibatalkan. Situasi kemudian memanas dan terjadi adu mulut antara Gery dan YS.
“Dari Alor mereka sama-sama. Tadi pagi sebenarnya sudah siap berangkat ke Jakarta, tetapi mendadak batal. Padahal tiket sudah dibeli sebelumnya,” ungkap sumber tersebut.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa Gery Lakamau selama ini diketahui tidak menyetujui kedekatan antara ayahnya dengan YS. Penolakan itu disebut menjadi salah satu faktor yang memicu ketegangan menjelang keberangkatan ke Jakarta.
Riwayat Perselisihan
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ketidakharmonisan antara Gery Lakamau dan YS bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Gery disebut pernah mendatangi kediaman YS setelah mengetahui ayahnya berada di rumah perempuan tersebut. Peristiwa itu bahkan dikabarkan sempat berujung pada penanganan oleh pihak kepolisian.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum terdapat keterangan resmi dari pihak keluarga Bupati Alor maupun dari YS terkait informasi tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Alor, Marsel Bili, belum memperoleh tanggapan. Demikian pula Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Beli, belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan penundaan keberangkatan Bupati Alor ke Jakarta.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat. (*)
