Pemerintah Sediakan Huntara Kampung Nelayan Lengkap dengan Fasilitas Dasar untuk Para Korban Banjir

Oleh : Anton Kusbianto )*

Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam melindungi dan memulihkan kehidupan masyarakat pesisir yang terdampak bencana banjir melalui penyediaan Hunian Sementara (Huntara) Kampung Nelayan yang dilengkapi dengan fasilitas dasar. Kebijakan ini menjadi langkah cepat untuk memastikan para korban banjir, khususnya nelayan dan keluarganya, tetap memiliki tempat tinggal yang layak sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap. Kehadiran huntara ini diharapkan mampu mengurangi beban psikologis dan sosial warga yang selama ini harus bertahan di pengungsian darurat dengan kondisi terbatas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Lutfi AR menjelaskan sebanyak 532 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan ditempatkan di huntara yang tersebar di enam kecamatan. Penempatan tersebut ditargetkan mulai dilakukan dalam dua pekan ke depan. Ratusan warga yang saat ini masih menghuni sejumlah lokasi pengungsian akan dipindahkan ke huntara yang disiapkan khusus bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan rumah berat, atau tidak lagi memiliki anggota keluarga akibat bencana.

Huntara Kampung Nelayan dirancang tidak sekadar sebagai tempat berlindung, tetapi sebagai ruang hidup yang mendukung aktivitas keseharian warga. Pemerintah memastikan setiap unit huntara memiliki akses air bersih, sanitasi yang memadai, listrik, serta fasilitas umum seperti tempat ibadah, ruang berkumpul warga, dan area bermain anak. Dengan pendekatan ini, huntara tidak hanya berfungsi sebagai solusi darurat, tetapi juga menjaga martabat dan kualitas hidup masyarakat terdampak banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

Pos terkait