*) Oleh : Yosephine Bonay
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan wilayah, aparat keamanan kembali melakukan operasi besar besaran terhadap kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pada pekan lalu, operasi gabungan yang melibatkan TNI dan Polri berhasil menggerebek salah satu markas OPM di wilayah Papua Barat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut dan mengurangi aktivitas yang mengancam keamanan nasional.
Dansatgas Yonif/133 YS, Letkol Inf Andhika Ganessakti mengatakan pasukan menyergap camp OPM di wilayah hutan adat. Sejumlah anggota OPM di bawah pimpinan Manfred Fatem pun diamankan beserta sejumlah alat bukti dari mulai bendera Bintang Kejora, senapan laras panjang, busur panah, hingga makanan dan obat obatan. Markas tersebut pun dihancurkan agar tidak lagi digunakan dan menjadi ancaman buat masyarakat Maybrat.
Penggerebekan terbaru terhadap markas OPM dilakukan dengan persiapan matang dan koordinasi yang ketat antara berbagai unit TNI dan Polri. Operasi ini melibatkan pemantauan intelijen yang intensif untuk memastikan keberadaan dan aktivitas anggota OPM di lokasi tersebut. Setelah mendapatkan informasi yang akurat, aparat keamanan bergerak cepat untuk mengepung dan menggerebek markas tersebut. Keberhasilan operasi ini dianggap sebagai pukulan telak bagi OPM, mengingat markas yang digerebek merupakan salah satu pusat kegiatan strategis mereka.