KALABAHI, WARTAALOR.COM — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Alor terus mengintensifkan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Raja Pasya Imanuel Morib (17), remaja asal Kampung Baru, Kelurahan Nusa Kenari, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, yang meninggal dunia setelah dipanah oleh orang tak dikenal (OTK).
Korban sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Kalabahi sebelum dirujuk ke RSUP Ben Mboi Kupang. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Amru Ichsan, mengatakan pihaknya hingga kini masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap pelaku di balik peristiwa tragis yang terjadi pada 5 Mei 2026 lalu tersebut.
“Kami sudah memeriksa empat orang saksi terkait kasus ini. Namun sampai saat ini identitas pelaku belum diketahui secara pasti karena kasus ini masuk dalam spesifikasi sulit,” kata AKP Amru Ichsan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam penanganan perkara pidana terdapat tiga kategori spesifikasi kasus, yakni ringan, sulit, dan sangat sulit. Menurutnya, kasus pembunuhan Raja Morib tergolong sulit karena terjadi pada malam hari dan pelaku diduga sengaja menyamarkan identitas dengan menutup wajah.
“Peristiwa terjadi malam hari, pelaku menggunakan penutup wajah dan setelah melakukan aksi mereka langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Itu yang membuat proses identifikasi menjadi lebih sulit,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap optimistis dapat mengungkap pelaku berdasarkan sejumlah bukti petunjuk yang telah dikantongi penyidik. Dari hasil sementara penyelidikan, polisi menduga pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
AKP Amru Ichsan mengungkapkan, saat kejadian pelaku diduga langsung melarikan diri usai melepaskan anak panah yang mengenai bagian belakang kepala korban.
“Dugaan sementara ada dua pelaku berboncengan. Setelah memanah korban, mereka langsung melarikan diri,” ujarnya.
Polres Alor, lanjutnya, juga telah membentuk tim khusus guna mempercepat pengungkapan kasus tersebut. Tim tersebut dibentuk langsung oleh Kapolres Alor dengan melibatkan sejumlah personel, termasuk dukungan dari Satuan Narkoba untuk membantu proses penyelidikan Satreskrim.
Selain memeriksa saksi-saksi, polisi saat ini juga tengah mengumpulkan serta meneliti rekaman CCTV dari sejumlah titik strategis di wilayah Kampung Baru, Kelurahan Nusa Kenari dan sekitarnya.
“Semua bukti petunjuk sedang kami dalami, termasuk pemeriksaan CCTV di beberapa lokasi strategis untuk membantu mengidentifikasi pelaku,” tambahnya.
AKP Amru Ichsan juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat Kabupaten Alor agar tetap tenang dan memberikan dukungan kepada aparat kepolisian dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
“Kami meminta masyarakat bersabar dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polres Alor. Kami bekerja secara profesional dan proporsional untuk segera mengungkap pelaku,” pungkasnya. ***(joka)
