Pemerintah Siaga Menghadapi Risiko Ganda Bencana Hidrometeorologi

Oleh Aditya Hartanto )*

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dinilai semakin penting seiring meningkatnya risiko banjir, kekeringan, kebakaran, hingga dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara bergantian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai penguatan mitigasi berbasis risiko, pemanfaatan informasi ilmiah, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah utama untuk membangun ketangguhan masyarakat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa kesiapsiagaan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi, melainkan harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Faisal menjelaskan bahwa, pada kondisi hidrometeorologi basah, curah hujan tinggi dapat meningkatkan potensi banjir beserta berbagai dampak turunannya.

Sebaliknya, ketika kondisi lebih kering berlangsung, risiko kekeringan, kebakaran, serta penurunan kualitas udara dapat meningkat. Karena itu, keseimbangan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan.

BMKG selama ini menyediakan informasi cuaca dan iklim yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil keputusan. Dukungan juga diberikan melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC bersama pemerintah daerah dan lembaga terkait sesuai kondisi atmosfer serta kebutuhan wilayah.

Namun, Faisal mengingatkan bahwa OMC tidak dapat ditempatkan sebagai satu-satunya solusi dalam menghadapi persoalan hidrometeorologi. Menurutnya, rekayasa cuaca harus berjalan bersama langkah struktural seperti normalisasi sungai, pengerukan waduk, penataan bantaran sungai, pengelolaan sumber daya air, dan penegakan tata ruang.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kebijakan jangka panjang, bukan hanya respons ketika ancaman sudah berada di depan mata. Mitigasi yang dilakukan sejak awal dinilai lebih efektif dalam mengurangi potensi korban jiwa maupun kerugian ekonomi.

Bacaan Lainnya

Pos terkait