Jakarta – Penguatan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan program tersebut mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang maksimal bagi masyarakat. Program yang dirancang untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah ini juga diyakini berkontribusi pada berbagai aspek pembangunan jika dijalankan dengan pengelolaan yang baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Vice Executive Director Indonesia Food Security Review (IFSR) Alfatehan Septianta dalam dialog interaktif di Radio Elshinta yang membahas tata kelola serta dampak program MBG terhadap masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Alfatehan menjelaskan bahwa program MBG memiliki potensi memberikan dampak terhadap berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs). Ia menyebut setidaknya terdapat sejumlah tujuan pembangunan yang berkaitan langsung dengan implementasi program tersebut.
“Program ini memiliki dampak terhadap setidaknya tujuh tujuan SDGs, salah satunya adalah no poverty atau pengurangan kemiskinan. Dengan adanya MBG, orang tua bisa menghemat pengeluaran karena tidak perlu lagi menyiapkan makan siang anaknya di sekolah, sehingga uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain, ditabung, atau dialihkan ke kebutuhan keluarga lainnya,” ujar Alfatehan.
Menurutnya, tata kelola yang baik dalam pelaksanaan MBG akan membuat manfaat program tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara lebih luas.