Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

Dampaknya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Peningkatan produksi membutuhkan tambahan tenaga kerja, sementara aktivitas distribusi menciptakan peluang bagi penyedia jasa angkutan dan pelaku usaha pendukung. Perputaran ekonomi semacam inilah yang diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat daerah.

Peningkatan kualitas juga menjadi perhatian pemerintah. Maruarar mengungkapkan bahwa sebanyak 34 UMKM produsen genteng telah memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sedangkan 11 lainnya masih menjalani proses sertifikasi.

Pencapaian tersebut penting karena memperlihatkan kemampuan UMKM meningkatkan standar produksi melalui pembinaan. Sertifikasi bukan hanya persyaratan administratif, melainkan modal untuk membangun kepercayaan pasar dan memperbesar peluang usaha secara berkelanjutan.

Keunggulan Gentengisasi terletak pula pada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi awal pertumbuhan berkelanjutan bagi industri genteng lokal.

Pandangan tersebut sejalan dengan pentingnya memastikan setiap kebijakan pembangunan menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Aeron juga mengaitkan Gentengisasi dengan program Bela Beli, Bela UMKM, Beli Produknya, yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Bupati Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena M Ramdhan. Program daerah tersebut mendorong masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi produk lokal.

Pertemuan kedua kebijakan ini menunjukkan bahwa sinergi pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pengembangan ekonomi berbasis potensi setempat. Pemerintah pusat membuka peluang permintaan, sementara pemerintah daerah memperkuat kesiapan pelaku usaha melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas produksi.

Bacaan Lainnya

Pos terkait