Namun, tantangan pengendalian inflasi tidak berhenti pada besaran bantuan atau capaian angka nasional. Kenaikan harga cabai, ikan segar, dan komoditas pangan lainnya menunjukkan bahwa ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi tetap menjadi faktor penting yang menentukan harga di pasar.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga agar kepentingan produsen dan konsumen tetap terlindungi. Tito menyebut inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28 persen masih berada dalam sasaran pemerintah, tetapi kenaikan harga pangan, terutama cabai akibat kekeringan, perlu diantisipasi melalui penguatan produksi.
Dorongan untuk memperluas penanaman cabai di desa, kelurahan, dan kawasan perkotaan merupakan langkah yang relevan untuk memperkuat pasokan. Produksi yang tersebar dapat mengurangi ketergantungan pada sejumlah sentra pertanian, memperpendek rantai distribusi, sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan pangan.
Strategi tersebut perlu disertai dukungan benih, pendampingan budidaya, akses pembiayaan, dan kepastian penyerapan hasil panen. Tanpa dukungan dari hulu hingga hilir, peningkatan produksi berisiko tidak berkelanjutan atau justru menimbulkan persoalan baru ketika hasil panen melimpah dan harga di tingkat petani jatuh.
Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah ketahanan jalur distribusi ketika daerah menghadapi gangguan cuaca maupun bencana lingkungan. Aktivitas pelabuhan, bandara, jalan raya, dan pusat logistik memiliki pengaruh langsung terhadap kelancaran arus barang, sehingga gangguan pada infrastruktur tersebut dapat memicu keterlambatan pasokan dan tekanan harga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Ariadi Noor menjelaskan bahwa karhutla di wilayahnya belum mengganggu operasional bandara dan pelabuhan maupun memicu kenaikan inflasi. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Forkopimda menyiapkan posko penanganan karhutla di tiga lokasi dekat bandara untuk menjaga kelancaran arus orang dan barang.