Stabilitas Harga BBM Bantu Rakyat Hadapi Tekanan Ekonomi

Oleh: Dwi Saputri)*

Di tengah dinamika ekonomi global yang diwarnai kenaikan harga minyak mentah dunia, stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Komitmen pemerintah untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari tekanan biaya hidup sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, meskipun harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah dan menengah yang pengeluarannya sangat dipengaruhi oleh biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari.

BBM memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga operasional usaha. Kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik yang kemudian dapat memengaruhi harga barang serta jasa. Karena itu, menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi bukan sekadar kebijakan sektor energi, melainkan juga bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Pos terkait