Ia menambahkan, musim hujan yang datang lebih lambat berpotensi berlangsung lebih singkat dengan intensitas hujan lebih tinggi.
“Karena pendek, kita memprediksi nanti curah hujan akan lebih tinggi intensitasnya. Inilah yang biasanya memicu bencana hidrometeorologis, biasanya banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Data BNPB menunjukkan karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah pada awal Oktober, sementara laporan banjir juga muncul di beberapa daerah. Pemerintah bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan sesuai perkembangan di lapangan.
Dengan penguatan informasi cuaca, koordinasi pusat dan daerah, serta kesiapsiagaan masyarakat, potensi dampak El Nino dan perubahan pola musim dapat diantisipasi lebih dini sehingga perlindungan masyarakat dan keberlanjutan aktivitas nasional tetap terjaga.(*)