Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

JAKARTA — Ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi perhatian pemerintah di tengah fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemunduran awal musim hujan 2026/2027. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga longsor perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki mengatakan dampak El Nino masih perlu diwaspadai meski sejumlah daerah mulai memasuki periode hujan. Menurut dia, kondisi atmosfer dan laut menyebabkan kemarau berlangsung lebih panjang dan kering sehingga risiko karhutla tetap terbuka.

“Musim kemarau kita secara umum akan menjadi lebih panjang dan menjadi lebih kering,” ujar Marjuki.

Marjuki menjelaskan El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027 dan dapat membuat awal musim hujan mundur dari kondisi normal. Pada Oktober, wilayah selatan ekuator masih cenderung mengalami curah hujan rendah, sementara perbaikan secara bertahap diperkirakan mulai terlihat pada November.

Pos terkait