Pemerintah Tekankan Kualitas Bangunan dalam Program 3 Juta Rumah

Dukungan terhadap sektor perumahan juga datang dari Bank Indonesia melalui kebijakan makroprudensial. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa hingga September 2026, porsi KLM untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi telah mencapai 1,32 persen dari plafon 1,4 persen. Dengan demikian, masih terdapat ruang 0,08 persen untuk dimanfaatkan.

“Realisasinya sudah berada di sekitar 1,32 persen, sehingga masih ada ruang sekitar 0,08 persen yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat pembiayaan sektor tersebut,” ujar Destry.

Ke depan, percepatan Program 3 Juta Rumah perlu berjalan seimbang dengan pengawasan kualitas bangunan dan kemudahan pembiayaan. Dengan kolaborasi pemerintah, perbankan, pengembang, dan pelaku usaha, target penyediaan hunian diharapkan tidak sekadar tercapai secara kuantitas, tetapi juga menghadirkan rumah yang aman, layak, terjangkau, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Pos terkait