Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif

Jakarta – Pemerintah terus mendorong Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan inklusif dinilai penting karena peserta didik memiliki latar belakang, kemampuan, serta kebutuhan yang beragam.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, proses pendidikan di Sekolah Rakyat tidak dapat dilakukan dengan pola yang seragam. Setiap siswa perlu mendapatkan pendampingan berdasarkan kondisi dan kebutuhannya masing-masing.

Gus Ipul mengingatkan jajaran Kementerian Sosial bahwa asesmen siswa harus menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan. Asesmen diperlukan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan setiap anak sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara tepat.

Pos terkait