Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa ekspansi MBG harus dibarengi peningkatan kualitas dan ketepatan sasaran, karena kebutuhan intervensi gizi di wilayah tersebut relatif besar.
“Arahnya jelas MBG harus semakin berkualitas dan semakin tepat sasaran. Kita evaluasi yang kurang, kita benahi tata kelolanya, dan kita prioritaskan mereka yang paling membutuhkan. Program sebesar ini harus terus disempurnakan berdasarkan evaluasi di lapangan,” ujar Zulhas.
Di sisi lain, dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyatakan pemerintah daerah terus memperjuangkan agar MBG menjangkau anak-anak di kampung yang menghadapi keterbatasan akses dan infrastruktur.
“Komitmen kami untuk 3T itu menjadi prioritas. Kami ingin anak-anak di kampung-kampung yang sebetulnya dalam kondisi lebih membutuhkan ini bisa mendapatkan MBG,” pungkasnya.