Siapa Supplier Pengadaan Ternak Babi di Desa Kenarimbala Tanpa Diketahui Kades? Siapa yang Memfasilitasi?

KALABAHI, WARTAALOR.COM — Pengadaan 80 ekor bibit ternak babi yang bersumber dari anggaran Dana Desa di Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan.

Pasalnya, proses pengadaan ternak tersebut disebut-sebut tidak diketahui secara jelas oleh Kepala Desa Kenarimbala, Eduard Laoere. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme, tahapan perencanaan hingga proses pengadaan dan penentuan pihak penyedia ternak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartaalor.com, pengadaan 80 ekor bibit ternak babi tersebut menggunakan anggaran Dana Desa yang berasal dari SILPA tahun anggaran 2025. Nilai anggaran pengadaan disebut mencapai lebih dari Rp100 juta.

Kepala Desa Kenarimbala, Eduard Laoere, sebelumnya membenarkan bahwa sebanyak 80 ekor bibit ternak babi telah diterima di desanya. Namun, Eduard mengaku tidak mengetahui pihak atau supplier yang melakukan pengadaan ternak tersebut.

“Baru tahun ini ada pengadaan babi, dong sudah bawa naik. Dana SILPA tahun lalu punya yang pakai pengadaan,” ujar Eduard kepada wartaalor.com melalui sambungan WhatsApp, beberapa waktu lalu.

Ketika ditanya mengenai pihak penyedia atau supplier yang mengadakan ternak babi tersebut, Eduard mengaku tidak mengetahuinya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan siapa supplier dalam kegiatan tersebut, dan siapa yang diduga memfasilitasinya untuk kerja proyek Dana Desa di Kenarimbala?

Eduard juga menyampaikan bahwa pengadaan tersebut memiliki nilai anggaran lebih dari Rp100 juta. Namun, ia tidak mengingat secara pasti nominal anggaran yang dialokasikan.

Proses Pengadaan Dipertanyakan

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses pengadaan barang dan jasa di tingkat desa, khususnya mengenai tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, hingga penentuan pihak penyedia.

Pos terkait