Oleh: Markus Wenda*
Keamanan Papua merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, upaya menjaga Papua tetap aman dan kondusif menjadi tanggung jawab bersama. Negara melalui pemerintah dan aparat keamanan terus menunjukkan komitmen untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, termasuk Orang Asli Papua (OAP), sekaligus memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan tanpa terganggu oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata.
Penyanderaan sembilan perempuan asli Suku Amungme di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, menjadi pengingat bahwa masyarakat sipil harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap upaya penyelesaian persoalan keamanan Papua. Hampir satu bulan tanpa kepastian mengenai kondisi para korban tentu menjadi beban berat bagi keluarga dan masyarakat. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa aksi kekerasan tidak pernah memberikan manfaat bagi rakyat, terlebih ketika perempuan dan masyarakat sipil menjadi korban.
Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar masalah keamanan, tetapi telah menyentuh aspek kemanusiaan dan martabat masyarakat Papua. Pandangan tersebut memperlihatkan semakin kuatnya suara masyarakat adat yang menghendaki agar kekerasan dihentikan dan masyarakat sipil mendapatkan perlindungan. Apabila kelompok bersenjata benar-benar mengklaim memperjuangkan kepentingan rakyat Papua, maka keselamatan masyarakat semestinya menjadi kepentingan yang paling utama.
Dalam konteks tersebut, negara memiliki peran strategis untuk memastikan hukum tetap hadir dan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi ancaman seorang diri. Upaya aparat dalam merespons berbagai gangguan keamanan menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Kehadiran aparat di wilayah rawan, pengamanan masyarakat, penyelidikan terhadap kasus kekerasan, serta pengejaran terhadap pelaku merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan ruang kehidupan yang lebih aman bagi masyarakat Papua.