Pengadaan Tahun 2022–2023, Lampu PJU Desa Maukuru Masih Menyala, Kades: Panel Rumah Bisa untuk Nonton TV

Markus Tangkomang

MAUKURU, WARTAALOR.COM — Pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya dan panel rumah yang bersumber dari Dana Desa di Desa Maukuru, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada tahun anggaran 2022 dan 2023 disebut masih berfungsi hingga saat ini.

Kepala Desa Maukuru, Markus Tangkomang, mengatakan seluruh unit yang direalisasikan pemerintah desa melalui program tersebut masih aktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Markus Tangkomang kepada wartaalor.com saat ditemui di Desa Maukuru, Sabtu (8/8/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Markus, pengadaan tersebut terdiri dari 10 unit lampu panel rumah pada tahun 2022 dan 10 unit lampu PJU. Ia memastikan tidak terdapat satu pun unit yang mengalami kerusakan hingga saat ini.

“Untuk lampu panel rumah itu ada 10 unit, kemudian PJU juga 10 unit. Tidak ada yang rusak, semuanya masih aktif menyala sampai sekarang,” kata Markus.

Ia menjelaskan, selain digunakan sebagai sumber penerangan, panel rumah yang menggunakan tenaga surya tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik sederhana masyarakat.

Menurutnya, daya yang tersimpan pada sistem panel rumah tersebut dapat digunakan untuk menyalakan televisi berukuran 14 inci maupun membuka laptop.

“Kalau yang lampu panel rumah itu bola lampunya ada tujuh, jadi terang sekali. Kalau siang dia tampung sinar matahari dan alirannya bisa dipakai untuk nonton TV 14 inci, buka laptop juga bisa,” ujarnya.

Markus mengatakan keberadaan fasilitas tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk penerangan rumah dan lingkungan sekitar. Masyarakat, kata dia, masih memanfaatkan fasilitas tersebut karena kondisinya relatif baik.

Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan listrik dari panel rumah perlu diatur agar kapasitas baterai atau aki tetap dapat menyimpan energi untuk digunakan pada malam hari.

“Kalau panel rumah itu ukurannya besar sekali. Aturannya, alirannya dipakai nonton TV setengah hari saja, supaya siang sampai sore bisa tampung sinar matahari untuk dipakai lagi untuk keperluan malam hari,” jelasnya.

Pengadaan Melalui UD Tetap Jaya

Lebih lanjut, Markus mengungkapkan bahwa pengadaan lampu panel rumah dan PJU tersebut dilakukan melalui penyedia UD Tetap Jaya.

Ia menilai kualitas perangkat yang diterima desa cukup baik. Hal itu, menurutnya, terlihat dari seluruh unit yang masih berfungsi setelah beberapa tahun digunakan.

“Pengadaan lampu panel rumah dan PJU ini melalui penyedia UD Tetap Jaya. Kualitasnya bagus sekali, sehingga semuanya masih aktif menyala dan masyarakat masih bisa menikmati sampai sekarang,” katanya.

Markus juga menyebut pengadaan tersebut dilakukan pada saat UD Tetap Jaya yang melakukan proses penyediaan barang.

“Itu waktu Ibu Yuni yang pengadaan. Karena ini aki, jadi dia tampung arus. Kalau nonton TV sampai siang, kemudian sore dia tampung arus lagi untuk keperluan malam hari,” pungkasnya.

Masih Berfungsi Setelah Beberapa Tahun

Dengan kondisi seluruh unit yang disebut masih berfungsi, program pengadaan PJU dan panel rumah di Desa Maukuru menjadi salah satu fasilitas yang masih dimanfaatkan masyarakat setelah beberapa tahun direalisasikan.

Keterangan pemerintah desa tersebut juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tenaga surya tidak hanya diarahkan untuk penerangan jalan, tetapi juga memberikan akses listrik sederhana bagi sejumlah rumah penerima manfaat.

Namun, untuk memastikan nilai anggaran, spesifikasi teknis, lokasi pemasangan, serta mekanisme pengadaan sesuai dengan dokumen perencanaan dan realisasi Dana Desa tahun anggaran 2022 dan 2023, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen APBDes, RAB, laporan realisasi anggaran, dokumen pengadaan, serta berita acara serah terima barang. (*)

Pos terkait