“Dan kita juga udah ngomong sama Pak Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti) agar di sekolah juga bisa dibantu. Untuk bisa melakukan layanan kesehatan jiwa bagi yang memang anak-anak yang bermasalah,” katanya.
Pemerintah juga mendorong edukasi terkait keterampilan hidup (life skill) serta konsep Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) agar anak-anak mampu menghadapi tekanan hidup dengan cara yang sehat.
Melalui perluasan Program Cek Kesehatan Gratis hingga menjangkau 14 juta anak pada 2026, pemerintah berharap upaya deteksi dini dan penanganan kesehatan mental dapat berjalan lebih komprehensif.
Program ini diharapkan mampu membangun sistem perlindungan kesehatan jiwa yang kuat bagi anak-anak Indonesia sekaligus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan psikologis secara optimal.***