Ia menambahkan bahwa melalui hilirisasi, produk pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga sebagai produk olahan yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Dengan demikian, keuntungan ekonomi dapat dinikmati lebih luas oleh pelaku usaha di sektor pertanian, khususnya para petani.
Penguatan hilirisasi juga didukung oleh upaya membangun ekosistem industri yang menyeluruh. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menekankan bahwa hilirisasi tidak bisa dijalankan secara parsial.
“Hilirisasi perkebunan tidak bisa berjalan parsial. Kita harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani dapat tercapai,” kata Roni.