Disnakertrans Alor Gelar Pelatihan Tata Boga, Asisten I Harap Ada Peluang Usaha Bagi Peserta yang Ikut

Kalabahi, wartaalor.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pelatihan tata boga. Kegiatan ini adalah program pendidikan atau kusus, memberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang kuliner, termasuk teknik memasak, pengolahan bahan makanan, dan penataan hidangan. Biasanya, pelatihan ini dilakukan di berbagai lembaga, mulai dari sekolah vokasi, balai latihan kerja, hingga kursus privat.

Asisten I Setda Kabupaten Alor, Moh Ridwan Nampira, S.Sos membuka kegiatan pelatihan di aula kantor Disnakertrans Alor, Jumat, 13 Juni 2025 siang | FOTO: Joka

Kali ini, kegiatan diselenggarakan Disnakertrans Alor melibatkan peserta dua kelompok usaha, yakni kelompok Mahensa dan kelompok O’Pir. Masing-masing kelompok menghadirkan anggotanya 10 orang, sementara instruktur dalam kegiatan ini adalah Merlinda Yeanny Rosanty Maro.

Asisten I Setda Alor, Moh Ridwan Nampira, S.Sos saat membuka kegiatan pelatihan ini di aula kantor Disnakertrans Alor, Jumat, (13/6/25) pagi mengapresiasi. Ridwan Nampira mengatakan kegiatan pelatihan ini memiliki dampak positif kedepannya, karena itu peserta yang hadir mengikutinya dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Atas nama pemerintah daerah saya mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bagus, saya harap peserta dapat mengikuti dengan baik. Sehingga kedepan, bisa membuka peluang usaha, membuka lapangan kerja dengan ilmu dan keterampilan yang didapatkan melalui kegiatan ini”, ujarnya.

Pelatihan pengolahan Kue Rambut dengan 4 varian rasa | FOTO: Joka

Merlinda Yeanny Rosanty Maro selaku instruktur kegiatan pelatihan mengatakan, pelatihan tata boga yang diselenggarakan Disnakertrans Alor adalah program pelatihan keterampilan kuliner yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bidang tata boga, baik untuk kepentingan pribadi maupun wirausaha.

Pelatihan ini, menurut Shanty Maro, panggilan akrab Merlinda, mencakup berbagai materi, seperti pengenalan bahan makanan, teknik memasak, penggunaan alat dapur, higiene dan sanitasi, penataan dan packaging serta labeling dengan menarik dan profesional.

“Selain itu peserta juga mendapatkan materi tambahan seperti kewirausahaan. Bagi peserta yang ingin membuka usaha sendiri, pelatihan ini bisa mencakup materi tentang perencanaan usaha, pemasaran, dan manajemen keuangan”, ujar Shanty.

Melalui kegiatan tersebut, wanita murah senyum ini berharap peserta mampu memasak berbagai jenis hidangan dengan baik dan lezat serta meningkatkan kualitas makanan. Peserta juga diharapkan mampu menghasilkan makanan yang higienis, aman, dan berkualitas tinggi, juga mampu meningkatkan peluang kerja.

“Selain itu, juga diharapkan dapat membantu peserta mendapatkan pekerjaan di bidang tata boga atau membuka usaha sendiri. Serta diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan peluang usaha”, ungkapnya.

Pelatihan pengolahan Ikan Dendeng | FOTO: Joka

Shanty Maro menyampaikan, kegiatan pelatihan ini juga merupakan wujud dukungan program pemerintah One Product One Village, dan dimulai dari Alor.

Untuk diketahui bahwa seusai seremonial pembukaan di aula kantor Disnakertrans Alor, kegiatan pelatihan dilanjutkan di Kenarilang, Kelurahan Kalabahi Barat Kecamatan Teluk Mutiara.

Kedua kelompok usaha yang ikut, yaitu Mahensa dan O’Pir merupakan kelompok pengkaderan dari Pokhlasar SIGOM. Dalam pelatihan ini, kelompok Mahensa yang diketuai Fernando Pehi melakukan praktek pengolahan Ikan Dendeng. Sementara kelompok O’Pir yang diketuai Adonia Djeka melakukan praktek Kue Rambut dengan 4 varian rasa. ***(joka)

Pos terkait