Menjadi sangat penting peranan pendidik dalam memberikan didikan, binaan dan pelatihan agar tercipta pengembangan potensi anak muda. Terlebih, pusat pendidikan sebenarnya terjadi bukan hanya bertumpu pada pendidik, namun juga memperhatikan bagaimana aspek keaktifan anak mudanya.
Terwujudnya diversifikasi pembelajaran juga merupakan hal yang tidak kalah penting untuk terus terjadi. Oleh karena itu, orientasi pendidikan seharusnya tidak semestinya hanya terpaku pada berbagai target awal secara kaku.
Pasalnya, konsep drilling atau berfokus pada target secara kaku sama sekali tidak sejalan dengan konsep Sekolah Merdeka yang juga dicanangkan pemerintah. Seperti di negara maju, sistem pendidikan mereka memberikan ruang bagi para pemuda untuk memiliki Higher Order Level of Thinking (HOTS).
Realisasi program strategis unggulan pemerintah melalui inisiasi Badan Intelijen Negara (BIN), yakni Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) jelas dapat membantu seluruh anak muda dari beragam wilayah di Indonesia untuk mampu mengakses pendidikan tinggi secara sangat merata dan terjangkau, serta memiliki mutu yang tinggi.
Keberadaan akses pendidikan tinggi yang merata dan bermutu baik merupakan solusi konkret pemerintah untuk menghadapi permasalahan tersebut di Indonesia. Oleh karena itu, inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan untuk mewujudkan AMN patut mendapatkan dukungan penuh dan apresiasi tinggi.
Pembangunan AMN sendiri merupakan sebuah langkah nyata dari pemerintah dalam upaya untuk mewujudkan adanya komitmen kuat untuk membangun SDM muda berkualitas di Indonesia.
Terlebih, melalui banyak sekali fasilitas modern dan memadai di gedung asrama itu, menjadikan para mahasiswa dari berbagai pelosok negeri bisa mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas.
