Oleh: Raymond Poluan
Dinamika dunia pendidikan yang semakin kompleks, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado telah membuktikan diri sebagai wadah yang mampu menyatukan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Berdiri dengan tujuan mulia untuk memfasilitasi mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia, AMN Manado berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis.
Progres pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Manado, Sulawesi Utara masih berlangsung. Diketahui, AMN merupakan asrama untuk para mahasiswa dari berbagai daerah maupun perguruan tinggi di wilayah AMN tersebut berada.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara (BPPW Sulut), Nurdiana Habibie, menyatakan bahwa AMN Manado bakal dibangun dengan megah. Luas lahannya mencapai 20.000 meter persegi dengan luas bangunan 1.595 meter persegi. Ruang lingkup pembangunannya meliputi tower untuk asrama putra dan putri, gedung pertemuan, ruang serbaguna, lapangan olahraga, taman, akses jalan, dan area parkir.
Nurdiana mengatakan bahwa dukungan penuh dari berbagai pihak akan mendorong kesuksesan pembangunan AMN Manado. Pembangunan AMN di enam daerah di Indonesia merupakan upaya kolaboratif di bawah tanggung jawab kementerian dan lembaga, seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Pertahanan, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan dan Ristek, Kementerian Agama, dan perguruan tinggi hingga pemerintah daerah.
Dalam kehidupan sehari-hari di AMN Manado, terlihat bagaimana mahasiswa dengan beragam suku, agama, dan budaya dapat hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman mereka selama menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat kebhinekaan benar-benar terasa kuat di sini, menjadikan AMN Manado sebagai miniatur Indonesia yang sesungguhnya.
